![]() |
| Pulau Pasir Dukuh Pandansari Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes |
BREBES – Pesona alam Pulau Pasir, Dukuh
Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes ternyata masih menjadi daya tarik
tersendiri bagi warganya terutama tempat wisata yang baru dikenal oleh warga
Brebes.
Wisatawan tiap hari minggu memadati
obyek wisata ini, Minggu (21/02/2016).
Ratusan orang menikmati keindahan pulau
pasir yang dijangkau menggunakan perahu. Biaya yang dikeluarkan pun cukup murah
hanya 10 ribu per orang untuk 2 kali naik yakni berangkat dan pulang.
Ipah (38) salah satu warga pandansari
yang menjadi pedagang di sekitar pulau pasir merasakan keuntungan dengan
berjualan rujak dan makanan ringan lainnya. Ia hanya berjualan setiap hari
minggu saja. “ kalau hari-hari lain sepi mas, jadi hari minngu saja yang
lumayan banyak pengunjungnya,”tutur ipah
Waetun (40) warga Dukuh Lamaran Desa
Sitanggal merasakan senang bisa menikmati naik perahu menuju Pulau
pasir.”senang sekali mas, nanti saya kana mengajak suami dan anak saya untuk
menikmati wisata ini lagi,”ujarnya dengan nada puas dan gembira.
Mashadi selaku pengelola mangrove di
Pandansari menjelaskan bahwa Pulau pasir adalah fenomena alam di mana ada
teluk dan muara sungai yang membawa sedimen maka akan muncul Pulau
pasir/Tirang/Gosong.”Itu sudah ada sejak sungai NIPPON dan sungai pemali
membawa sedimen, lumpurnya akan mengendap dan pasirnya akan mengumpul
membentuk daratan,”paparnya. Di Brebes ada Di desa Karang dempel Losari dan
Sawojajar serta kaliwlingi.
“Awalnya kami hanya melakukan rehabilitasi
mangrove dan Uji coba berbagai jenis Budidaya di areal tambak rusak sebelum
laut luar, biasanya kami uji coba kerang hijau, kerang darah, rumput laut
Cottoni dan keramba jaring apung,”lanjut Mashadi peraih penghargaan kalpataru
tahun lalu.
Selama 10 Tahun Masyarakat melakukan
rehabilitasi Mangrove Banyak peneliti yg datang baik dari dalam maupun luar
negeri. Tahun 2017 menjadi target desa wisata mangrove yang disebut DEWI
MANGROVESARI, namun seiring banyaknya pengunjung yang mengunggah di Facebook
atau youtube sehingga pengunjung mulai ramai mendatangi pulau pasir.
Sehingga potensi ini telah disampaikan Bappeda Brebes dan Pariwisata dan
mendapat sambutan baik dari Pemerintah Daerah untuk di kembangkan menjadi desa
wisata.
Sarana dan prasarana belum maksimal
dalam proses menuju desa wisata mangrove.”Kami berharap tidak di kelola oleh
pemerintah, tetapi dikelola masyarakat bersama dengan arahan dan kebijakan
pemerintah daerah Brebes,”kata Mashadi mengakhiri pembicaraannya.

0 komentar :
Posting Komentar