Home » , , , » Ada Bilik Suami di Pusat Pemulihan Gizi Buruk Larangan

Ada Bilik Suami di Pusat Pemulihan Gizi Buruk Larangan

Written By Unknown on Sabtu, 27 Februari 2016 | 21.11

Kasi Gizi  Sampaikan Pentingnya TFC Gizi Buruk di Brebes
celotehwanasari.com, Brebes - Tahun 2015 Brebes masih  menjadi kabupaten dengan tingkat balita gizi buruk tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Berbagai macam program pencegahan dan penanganan terus digelontorkan pemkab Brebes. Salah satunya dengan mendirikan pusat pemulihan gizi buruk atau  TFC ( Therapeutic  Feeding Centre). Di tempat inilah Balita dengan gizi buruk diberikan perawatan serta pemberian makanan anak secara intensif dan adekuat sesuai usia dan kondisinya. Perawatan balita gizi buruk harus didampingi orangtua atau ibu agar pada saat kembali ke rumah, ibu bisa secara mandiri merawat balitanya.

Tiga TFC yang sudah dibangun adalah TFC Losari untuk melayani Brebes masyarakat Brebes bagian utara, Larangan untuk melayani masyarakat wilayah Brebes bagian Tengah dan Tonjong untuk melayani masyarakat Brebes bagian selatan.  Di tempat tersebut  makanan yang diberikan pada pasien balita gizi buruk dimasak oleh ibu dengan dampingan petugas gizi. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ibu dalam menyediakan makanan bergizi bagi balitanya. 

“Kedepan, Brebes juga akan membangun satu TFC lagi yaitu TFC Brebes,”ujar Kasi Gizi dinas Kesehatan Brebes, Nurul Aeni yang ditemui di acara evaluasi jurnalis warga di Hotel Plasa Tegal (28/16). 

Dari tiga TFC yang sudah ada di kabupaten Brebes, ada yang unik dari TFC Larangan yaitu adanya bilik suami. Bilik ini diperuntukkan bagi ibu dan ayah pasien untuk memenuhi kebutuhan biologis. 

Ditanya alasan mengapa bilik suami ini ada, Nurul menjelaskan bahwa penanganan balita gizi buruk minimal 15 sampai 90 hari. Selama ibu mendampingi perawatan, maka bilik suami menjadi penting.“Kita pernah kesulitan merawat balita gizi buruk karena suami maunya siibu pulang, usut punya usut ternyata karena kebutuhan biologis suami tidak terpenuhi,” jelas nurul. 

Adanya bilik suami, diharapkan perawatan intensif bagi balita gizi buruk tidak terhambat. Sehingga, balita bisa kembali ke rumah dalam keadaan sehat dan ceria.(eis)

0 komentar :

Posting Komentar