Home » , , , » Kembali, LKNU Pusat Talkshow Pencegahan Stunting di Radio Singosari FM Brebes

Kembali, LKNU Pusat Talkshow Pencegahan Stunting di Radio Singosari FM Brebes

Written By Unknown on Senin, 02 November 2015 | 04.11

Celotehwanasari.com, Brebes - Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PP LKNU) mengadakan sosialisasi tentang Pencegahan Stunting di Radio Singosari FM, dan langsung di relay selama 60 menit ke Radio POP FM Bumiayu, dan Radio Singosarinews FM. Hadir sebagai Narasumber dr. Citra Fitri Agustina selaku Sekretaris PP LKNU, H. Rumono Aswad unsur tokoh agama, dan Bahrul Ulum Unicef. Senin (2/11).

Sekretaris PP LKNU dr. Citra Fitri Agustina mengatakan maksud tujuan melakukan talkshow pencegahan stunting di radio adalah untuk memberikan informasi apa yang sudah dilakukan LKNU dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Kabupaten Brebes. " kegiatan ini masuk dalam kerjasama antara PP LKNU dengan UNICEF dalam tahun ini, yaitu penyebaran informasi secara luas kepada masyarakat, salah satu bentuk yang disepakati adalah talkshow di radio, dengan menghadirkan para narasumber yang berkompeten, talkshow ini yang kedua kalinya, " ujarnya kepada celotehwanasari.com. 
Talkshow PP LKNU di Singosari FM Putaran ke 2

Ia juga menambahkan, mengingat Angka Prevelensi Stunting di Brebes cukup tinggi, sehingga dibutuhkan keterlibatan lintas sektoral dalam upaya pencegahan dan juga upaya promotif guna menurunkan jumlah warga Brebes yang mengalami stunting ini. semoga bisa terwujud. 

Selanjutnya Narasumber yang lain Rumono Aswad, menjelaskan bahwa persoalan kesehatan bukan hanya milik Dinas Kesehatan Brebes saja, tapi menjadi kepentingan kita bersama. " Ulama hadir dalam rangka ikut serta membantu pemerintah dalam mendukung pencapaian derajat kesehatan di Kabupaten Brebes, salah satunya adalah melakukan sosialisasi dan penggerakan masyarakat tentang kesehatan dan gizi, LKNU telah melatih para kyai dan bu nyai, dari tahun 2013 hingga 2015 ini sudah tercatat 240 orang, dan ini tersebar dibeberapa kecamatan. Modal SDM yang luar biasa jika di tahun 2016 pun mereka para kyai dan bu nyai yang sudah dilatih ini diberdayakan oleh Dinas Kesehatan atau oleh Pemkab agar tetap berkelanjutan," terangnya.

" Masalah gizi, khususnya anak pendek (stunting), bisa menghambat perkembangan anak. Anak yang pendek sangat berhubungan dengan prestasi pendidikan yang buruk, lama pendidikan yang menurun dan pendapatan yang rendah, sehingga perlu dicegah sedini mungkin, dan ini bisa dimulai secara tepat sebelum kelahiran, dengan pelayanan pranatal dan gizi ibu, dan berlanjut hingga usia dua tahun, " tandas Bahrul Ulum dari UNICEF juga salah satu narasumber di talkshow di Radio singosari FM. ( Rumono Aswad)

0 komentar :

Posting Komentar