![]() |
| Suasana Pelatihan PMBA Kader Desa Klampok di aula balai desa dari tanggal 2 hingga 7 november 2015 |
celotehwanasari.com, Klampok- Sebanyak 20 kader posyandu Desa Klampok mengikuti pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes di aula Balai Desa Klampok. Senin (2/11).
Kegiatan yang dilakukan selama 6 hari dari tanggal 2 hingga 7 november 2015 ini dibagi menjadi 2 angkatan, angkatan pertama dari tanggal 2 hingga tanggal 4 november yang dimulai dari pukul 08.00 wib hingga selesai. Dan angkatan kedua dari tanggal 5 hingga 7 november 2015 jam pelaksanaan sama dengan angkatan pertama, peserta kadernya berbeda namun jumlah sama yaitu 10 orang.
"Dalam pelatihan PMBA bagi kader ini dibagi menjadi 3 pembahasan, hari pertama pembahasan mengenai Air Susu Ibu (ASI), hari kedua membahas tentang Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) dan praktek membuatnya, dan hari ketiga membahas konseling PMBA, " ujar Kusyanti selaku Master of Trainer (MOT PMBA).
Nur Aji Hidayah dan Dwi Yuniarti selaku fasilitator menyampaikan 8 sesi di hari pertama. "Inti dari hari ini adalah menyampaikan dan berdiskusi tentang ASI, bagaimana praktek pemberian ASI yang benar, posisi dan pelekatannya, kamipun mempraktekkan dengan menghadirkan ibu yang sedang menyusui, agar ibu-ibu kader ini tahu dan bisa menyampaikan secara benar nantinya," katanya.
Sementara Dwi mendiskusikan bersama para kader dengan membagi menjadi 3 kelompok tentang resiko bila tidak memberikan ASI bagi bayi, resiko bila tidak memberikan ASI bagi keluarga serta resiko bila tidak memberikan ASI bagi Negara.
Salah satu kader termuda Lisnawati (24) merasa senang bisa mengikuti pelatihan ini. "Saya seneng bisa mengikuti pelatihan PMBA ini, selain mendapatkan banyak ilmu tentang ASI, saya juga bisa bersilaturahmi dengan sesama kader lainnya, " terangnya.
Sedangkan Siti Sulastri (53) kader senior dari Rt 1 Rw 01 Desa Klampok senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini. "Saya senang mendapatkan informasi tentang ASI Ekslusif, apalagi tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) jaman saya dulu tidak ada IMD bahkan jaman dulu kolostrum atau getah timun selalu dibuang katanya kotor," tandasnya.
"Dengan saya ikut kegiatan ini saya jadi tahu tentang manfaat Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta jadi tahu kalo ASI Ekslusif itu hanya ASI saja selama 6 bulan tanpa diberi makan atau minum apapun karena lambung bayi masih keci, " lanjutnya.
Diakhir kegiatan fasilitator menyampaikan bahwa ASI semakin sering dihisap maka semakin banyak ASI yang diproduksi dengan catatan posisi dan pelekatannya benar. (Diyah Tri Setyani editor AA)

0 komentar :
Posting Komentar