Home » , , , , » Desa Sawojajar Adakan Sosialisasi Ibu Hamil

Desa Sawojajar Adakan Sosialisasi Ibu Hamil

Written By Unknown on Selasa, 21 April 2015 | 04.39

dr. Sigit sedang paparan
BREBES- Pemerintahan Desa Sawojajar mengadakan kegiatan Sosialisasi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui  dengan menghadirkan Narasumber Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Brebes, dr.Sigit Laksamana, M.Sc, M.Ed,Sp.OG. Kegiatan diikuti oleh 50 Ibu Hamil dan Ibu Menyusui. Bertempat di Aula Balai Desa, Minggu, (12/4) kemarin. Fasilitasi kegiatan ini atas inisiatif ini berasal dari Bidan Desa dengan Forum Masyarakat Madani Kabupaten Brebes.
Tujuan kegiatan ini untuk mendukung program pemerintah dalam rangka menurunan angka kematian ibu hamil sekaligus meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil agar mengetahui secara detail tentang kandungan dan persalinan. Materi yang disampaikan seputar persiapan persalinan, faktor penyebab perdarahan, Hemoglobin, keputihan, persalinan, mengetahui masa kehamilan dan kapan waktu persalinan dan manfaat gizi bagi ibu hamil dan menyusui, ASI Ekslusif. 
Sigit Laksamana menjelaskan, sebagai dokter, dirinya ingin berbagi pengetahuan untuk ibu hamil dan ibu menyusui,  berawal dari inspirasi  lewat pertemanan di facebook di Group Celoteh Brebes Membangun (CBM) akhirnya bisa terjalin konunikasi untuk berbagi bersama, terutama dalam mendukung penyelamatan ibu hamil dan bayi lahir.
Ia juga menandaskan, angka kasus kematian ibu hamil di Brebes tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2015 sudah 73 kasus, ini artinya Pemerintah Kabupaten harus menangani tidak hanya sendirian, tetapi secara terintegrasi, mendapatkan dukungan dari Masyarakat, contohnya kegiatan seperti hari ini.
Seorang Ibu patut dihormati dan dihargai karena ibu yang menjalankan fungsi reproduksi: hamil, melahirkan, mengasuh dan membesarkan seorang anak. Naluri seorang ibu pun selalu kuat dengan anaknya karena ialah yang tahu bagaimana diri kita.  Kematian Ibu ini, baik itu dari segi internal ialah kesadaran Ibu hamil itu sendiri, sedangkan eksternalnya dukungan pemerintah dan masyarakat. Selain itu rendahnya pengetahuan Ibu tentang kesehatan reproduksi, gizi yang buruk, pelayanan yang kurang memadai, dan tradisi yang kontra produktif menjadi latar belakangnya. Persoalan ini menjadi menjadi alasan banyaknya tanggapan dari berbagai pihak, karena fungsi melahirkan, menyusui, dan merawat tidak bisa digantikan oleh yang lainnya. Maka inilah alasan utama bagi kita untuk membuat sang Ibu selamat.
Salah satu Peserta Turahwati mengatakan senang dengan cara dokter spesialis ini menyampaikan, serius tapi santai, bisa langsung bertanya dan dijawab baik masalah ibu hamil atau mitos ibu hamil di masyarakat, begitu banyak saya dapat ilmu selama 3 jam ini.  (Rizky Fajar Afriyansyah Editor Bahrul Ulum)

0 komentar :

Posting Komentar