![]() |
| Penyuluhan ASI di Desa Kupu |
celotehwanasari.com, Kupu - Pemberian pisang pada bayi baru lahir dapat mengakibatkan bayi sembelit. Bahkan dapat berakibat fatal, yakni menyebabkan kematian bayi.
Demikian disampaikan oleh Adi Assegaf, fasilitator Program Keluarga Harapan (PKH) pada Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dirumah Sarpiah Desa Kupu RT 01/01, kemarin.
"ASI Ekslusif merupakan salah satu hak anak, yang harus dipenuhi oleh seorang ibu. Diberikan dari usia 0 sampai 6 bulan tanpa diberi makanan pendamping lainnya," kata Adi.
Menurut Adi, pemberian pisang pada bayi baru lahir bukanlah tindakan yang benar. Sebab ukuran lambung bayi pada pertama kelahiran adalah sebesar kelereng, hanya muat 5-7 ml ASI sekali minum.
Kemudian tiga hari setelah lahir ukuran lambung bayi membesar sebesar bola bekel. Mampu diisi sekitar 27-30ml ASI, sedangkan pada hari ke 7 -10 lambung bayi sebesar bola pimpong, Jadi ASI saja sudah cukup.
Namun pada kenyataan, masih menurut Adi, dilapangan masih banyak ditemui ibu-ibu peserta PKH yang masih memberikan pisang pada bayinya yang baru lahir. Karena hal ini merupakan suatu kebiasaan turun temurun dari neneknya.
Seperti dikatakan oleh Sutirah (35) salah satu peserta PKH. Bahwa pemberian pisang merupakan warisan dari orang tua dan neneknya.
“Saya memberikan pisang pada anak setelah lahir, karena itu kebiasaan dari orang tua saya, katanya biar tinja bayi tidak mencret nantinya,“ tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kamilah (30). Dia mengaku, anaknya sudah diberi pisang pada saat lahir. Karena, jika tidak diberi pisang anaknya sering rewel dan nangis terus.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.00 Wib. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti Sesi ASI Ekslusif. Mengakhiri kegiatan, mereka diputarkan film tentang ASI Ekslusif dan IMD. (AA)
Demikian disampaikan oleh Adi Assegaf, fasilitator Program Keluarga Harapan (PKH) pada Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dirumah Sarpiah Desa Kupu RT 01/01, kemarin.
"ASI Ekslusif merupakan salah satu hak anak, yang harus dipenuhi oleh seorang ibu. Diberikan dari usia 0 sampai 6 bulan tanpa diberi makanan pendamping lainnya," kata Adi.
Menurut Adi, pemberian pisang pada bayi baru lahir bukanlah tindakan yang benar. Sebab ukuran lambung bayi pada pertama kelahiran adalah sebesar kelereng, hanya muat 5-7 ml ASI sekali minum.
Kemudian tiga hari setelah lahir ukuran lambung bayi membesar sebesar bola bekel. Mampu diisi sekitar 27-30ml ASI, sedangkan pada hari ke 7 -10 lambung bayi sebesar bola pimpong, Jadi ASI saja sudah cukup.
Namun pada kenyataan, masih menurut Adi, dilapangan masih banyak ditemui ibu-ibu peserta PKH yang masih memberikan pisang pada bayinya yang baru lahir. Karena hal ini merupakan suatu kebiasaan turun temurun dari neneknya.
Seperti dikatakan oleh Sutirah (35) salah satu peserta PKH. Bahwa pemberian pisang merupakan warisan dari orang tua dan neneknya.
“Saya memberikan pisang pada anak setelah lahir, karena itu kebiasaan dari orang tua saya, katanya biar tinja bayi tidak mencret nantinya,“ tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kamilah (30). Dia mengaku, anaknya sudah diberi pisang pada saat lahir. Karena, jika tidak diberi pisang anaknya sering rewel dan nangis terus.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.00 Wib. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti Sesi ASI Ekslusif. Mengakhiri kegiatan, mereka diputarkan film tentang ASI Ekslusif dan IMD. (AA)

0 komentar :
Posting Komentar