Penulis : Efik Khumaedi Pendamping PKH di Kecamatan Tonjong
Mungkin ungkapan tersebut sangat tepat untuk menggambarkan kegiatan
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Sesi Kesehatan dan Gizi
yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes yang bersinergi
dengan Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Brebes dalam upaya
peningkatan gizi dan penanggulangan stunting kepada para Peserta PKH
yang kemudian diberi nama PKH Prestasi (Progresif Pengentasan Masalah
Gizi).
![]() |
| p2k2 di Kalijurang |
Peningkatan gizi akhir-akhir ini sedang menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Brebes dalam upaya mendongkrak IPM (Indeks Pembangunan Manusia), yang menurut Kepala Bappeda Kab. Brebes Ir. Djoko Gunawan, M.T., saat ini Kabupaten Brebes menempati posisi kedua terakhir Provinsi Jawa Tengah.
Urgensi PKH Prestasi
Melalui program PKH Prestasi ini, diharapkan dapat merubah pola hidup
masyarakat di Kabupaten Brebes agar lebih peduli tentang kesehatan
dengan target sasaran utama yaitu ibu hamil dan baduta (bayi dua tahun).
Karena masa-masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) yang dimulai dari
masa di dalam kandungan sampai anak usia 2 tahun merupakan usia emas
(golden age)yang harus benar-benar diperhatikan kesehatan dan tumbuh
kembangnya.
Dalam pertemuan Jurnalis Warga di Hotel Plasa Kasi Gizi Dinas
Kesehatan Ibu Nurul Aeny mengatakan bahwa Kesehatan bayi dari dalam
kandungan sampai dia berusia 2 tahun memiliki peranan penting bagi masa
depan si anak, karena setelah masa itu lewat tidak bisa untuk
diperbaiki. Dampaknya, selain berpengaruh pada fisik juga pada
perkembangan mental dan kecerdasannya.
PKH Prestasi di Kab. Brebes dimulai dari tahun 2012 dengan leading
sector Dinas Kesehatan Kab. Brebes dibawah koordinasi Bappenas,
Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, TNP2K dan Unicef. “Selain
bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi kami juga bekerjasama
dengan beberapa organisasi keagamaan dan wanita seperti Muslimat,
Aisiyah dan PKK dalam mengangkat issu Stunting, AKI (Angka Kematian Ibu)
dan AKB (Angka Kematian Balita).
Desa Intervensi PKH Prestasi 2014
Pada Tahun 2014 ditetapkan 5 kecamatan dan 35 desa intervensi yang dijadikan fokus oleh Dinas Kesehatan Kab. Brebes, yaitu Kecamatan Wanasari, Kecamatan Larangan, Kecamatan Ketanggungan, Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Tonjong berdasarkan data kohort dari masing-masing Puskesmas. Di Kecamatan Tonjong sendiri dari jumlah 14 desa hanya 11 desa saja yang menjadi desa intervensi pelaksanaan PKH Prestasi, yaitu Desa Galuhtimur, Desa Kalijurang, Desa Linggapura, Desa Tonjong, Desa Pepedan, Desa Purwodadi, Desa Kutamendala, Desa Karangjongkeng, Desa Kutayu, Desa Watujaya dan Desa Negarayu.
Pada Tahun 2014 ditetapkan 5 kecamatan dan 35 desa intervensi yang dijadikan fokus oleh Dinas Kesehatan Kab. Brebes, yaitu Kecamatan Wanasari, Kecamatan Larangan, Kecamatan Ketanggungan, Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Tonjong berdasarkan data kohort dari masing-masing Puskesmas. Di Kecamatan Tonjong sendiri dari jumlah 14 desa hanya 11 desa saja yang menjadi desa intervensi pelaksanaan PKH Prestasi, yaitu Desa Galuhtimur, Desa Kalijurang, Desa Linggapura, Desa Tonjong, Desa Pepedan, Desa Purwodadi, Desa Kutamendala, Desa Karangjongkeng, Desa Kutayu, Desa Watujaya dan Desa Negarayu.
Di Kecamatan Tonjong ada 3 desa yang tidak termasuk desa intervensi
kegiatan PKH Prestasi yaitu, Desa Rajawetan, Desa Tanggeran dan Desa
Purbayasa. Sekalipun ketiga desa tersebut bukan termasuk desa intervensi
tapi saya tetap menghimbau kepada Pendamping PKH yang bertugas di desa
tersebut untuk tetap memberikan pengetahuan-pengetahuan tentang
kesehatan dalam setiap pertemuan kelompok dengan peserta PKH.
Para Pendamping PKH sendiri sudah dibekali pengetahuan-pengetahuan
tentang materi kesehatan dan gizi oleh Dinas Kesehatan, mengingat
latarbelakang para pendamping itu berbeda-beda disiplin ilmunya. Materi
yang diajarkan merupakan materi yang nantinya akan disampaikan kepada
para peserta PKH yang terdiri dari 8 sesi, yaitu 1000 HPK (Hari Pertama
kehidupan), Gizi Ibu Hamil, Pelayanan Ibu Hamil, Persalinan dan Masa
Nifas, Air Susu Ibu (ASI), Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), BAB di
Jamban dan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Kesakitan Pada Anak.
Kegiatan P2K2 Sesi Kesehatan dan Gizi yang dilakukan para Pendamping
PKH kepada para KSM bukanlah hal yang mudah, mengingat kebanyakan
diantara mereka bukanlah orang-orang yang mengenyam pendidikan tinggi,
apalagi kegiatan sehari-hari mereka kebanyakan bekerja menggunakan
tenaga, butuh sesuatu yang luar biasa untuk dapat menyampaikan materi
dengan jelas dan dapat diterima dengan baik di pikiran mereka, terlebih
harapan yang sesungguhnya adalah perubahan pola perilaku. Sesuai dengan
prinsip pembelajaran behavior dimana proses belajar adalah kegiatan yang
bertujuan untuk mengubah perilaku.
Seberapa untung Program PKH Prestasi
Beruntunglah para Pendamping diberi pelatihan dan dibekali dengan beberapa metode dan Buku Pedoman yang berisi tahapan-tahapan kegiatan dari pembukaan sampai penutup, sehingga diharapkan bisa memudahkan Pendamping untuk melaksanakan Kegiatan P2K2.
Beruntunglah para Pendamping diberi pelatihan dan dibekali dengan beberapa metode dan Buku Pedoman yang berisi tahapan-tahapan kegiatan dari pembukaan sampai penutup, sehingga diharapkan bisa memudahkan Pendamping untuk melaksanakan Kegiatan P2K2.
Pada prinsipnya kegiatan P2K2 menggunakan 2 metode, pertama “Nonton
Bersama” dan yang kedua “Berbagi Cerita”. Dimana yang pertama para
peserta diajak menonton film yang didalamnya menampilkan adegan-adegan
yang diperankan oleh model sesuai dengan materi yang sedang disampaikan,
dengan harapan mereka akan lebih tertarik dan lebih paham apabila
disampaikan secara visual. Kedua, Pendamping memberi kesempatan para
peserta PKH untuk “Berbagi Cerita” sesama teman dalam kelompok kecil
maupun besar, dengan tujuan ketika ada yang malu dalam berpendapat di
kelompok besar dia akan berani mengungkapkan pendapatnya ketika berada
dalam kelompok yang lebih kecil.
Selain penggunaan metode-metode tersebut, Pendamping juga dituntut
untuk peka terhadap situasi apakah pembelajaran masih kondusif atau
perlu ada penyegaran. Apabila sudah terlihat tidak konsentrasi, maka
Pendamping dibantu oleh ketua kelompok secepatnya mengadakan permainan
ataupun kegiatan ice breaking seperti menyanyi, menari agar para peserta
fresh lagi.

0 komentar :
Posting Komentar