Home » , » PKH Prestasi : Kemiskinan Berkorelasi dengan Kekurangan Gizi

PKH Prestasi : Kemiskinan Berkorelasi dengan Kekurangan Gizi

Written By Unknown on Rabu, 07 Oktober 2015 | 05.41

Penulis : Efik Khumaedi Pendamping PKH di Kecamatan Tonjong

Mungkin ungkapan tersebut sangat tepat untuk menggambarkan kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Sesi Kesehatan dan Gizi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes yang bersinergi dengan Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Brebes dalam upaya peningkatan gizi dan penanggulangan stunting kepada para Peserta PKH yang kemudian diberi nama PKH Prestasi (Progresif Pengentasan Masalah Gizi).
p2k2 di Kalijurang

Peningkatan gizi akhir-akhir ini sedang menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Brebes dalam upaya mendongkrak IPM (Indeks Pembangunan Manusia), yang menurut Kepala Bappeda Kab. Brebes Ir. Djoko Gunawan, M.T., saat ini Kabupaten Brebes menempati posisi kedua terakhir Provinsi Jawa Tengah.

Urgensi PKH Prestasi
Melalui program PKH Prestasi ini, diharapkan dapat merubah pola hidup masyarakat di Kabupaten Brebes agar lebih peduli tentang kesehatan dengan target sasaran utama yaitu ibu hamil dan baduta (bayi dua tahun). Karena masa-masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) yang dimulai dari masa di dalam kandungan sampai anak usia 2 tahun merupakan usia emas (golden age)yang harus benar-benar diperhatikan kesehatan dan tumbuh kembangnya.
Dalam pertemuan Jurnalis Warga di Hotel Plasa Kasi Gizi Dinas Kesehatan Ibu Nurul Aeny mengatakan bahwa Kesehatan bayi dari dalam kandungan sampai dia berusia 2 tahun memiliki peranan penting bagi masa depan si anak, karena setelah masa itu lewat tidak bisa untuk diperbaiki. Dampaknya, selain berpengaruh pada fisik juga pada perkembangan mental dan kecerdasannya.
PKH Prestasi di Kab. Brebes dimulai dari tahun 2012 dengan leading sector Dinas Kesehatan Kab. Brebes dibawah koordinasi Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, TNP2K dan Unicef. “Selain bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi kami juga bekerjasama dengan beberapa organisasi keagamaan dan wanita seperti Muslimat, Aisiyah dan PKK dalam mengangkat issu Stunting, AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Balita).

Desa Intervensi PKH Prestasi 2014
Pada Tahun 2014 ditetapkan 5 kecamatan dan 35 desa intervensi yang dijadikan fokus oleh Dinas Kesehatan Kab. Brebes, yaitu Kecamatan Wanasari, Kecamatan Larangan, Kecamatan Ketanggungan, Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Tonjong berdasarkan data kohort dari masing-masing Puskesmas. Di Kecamatan Tonjong sendiri dari jumlah 14 desa hanya 11 desa saja yang menjadi desa intervensi pelaksanaan PKH Prestasi, yaitu Desa Galuhtimur, Desa Kalijurang, Desa Linggapura, Desa Tonjong, Desa Pepedan, Desa Purwodadi, Desa Kutamendala, Desa Karangjongkeng, Desa Kutayu, Desa Watujaya dan Desa Negarayu.
Di Kecamatan Tonjong ada 3 desa yang tidak termasuk desa intervensi kegiatan PKH Prestasi yaitu, Desa Rajawetan, Desa Tanggeran dan Desa Purbayasa. Sekalipun ketiga desa tersebut bukan termasuk desa intervensi tapi saya tetap menghimbau kepada Pendamping PKH yang bertugas di desa tersebut untuk tetap memberikan pengetahuan-pengetahuan tentang kesehatan dalam setiap pertemuan kelompok dengan peserta PKH.
Para Pendamping PKH sendiri sudah dibekali pengetahuan-pengetahuan tentang materi kesehatan dan gizi oleh Dinas Kesehatan, mengingat latarbelakang para pendamping itu berbeda-beda disiplin ilmunya. Materi yang diajarkan merupakan materi yang nantinya akan disampaikan kepada para peserta PKH yang terdiri dari 8 sesi, yaitu 1000 HPK (Hari Pertama kehidupan), Gizi Ibu Hamil, Pelayanan Ibu Hamil, Persalinan dan Masa Nifas, Air Susu Ibu (ASI), Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), BAB di Jamban dan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Kesakitan Pada Anak.
Kegiatan P2K2 Sesi Kesehatan dan Gizi yang dilakukan para Pendamping PKH kepada para KSM bukanlah hal yang mudah, mengingat kebanyakan diantara mereka bukanlah orang-orang yang mengenyam pendidikan tinggi, apalagi kegiatan sehari-hari mereka kebanyakan bekerja menggunakan tenaga, butuh sesuatu yang luar biasa untuk dapat menyampaikan materi dengan jelas dan dapat diterima dengan baik di pikiran mereka, terlebih harapan yang sesungguhnya adalah perubahan pola perilaku. Sesuai dengan prinsip pembelajaran behavior dimana proses belajar adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengubah perilaku.

Seberapa untung Program PKH Prestasi
Beruntunglah para Pendamping diberi pelatihan dan dibekali dengan beberapa metode dan Buku Pedoman yang berisi tahapan-tahapan kegiatan dari pembukaan sampai penutup, sehingga diharapkan bisa memudahkan Pendamping untuk melaksanakan Kegiatan P2K2.
Pada prinsipnya kegiatan P2K2 menggunakan 2 metode, pertama “Nonton Bersama” dan yang kedua “Berbagi Cerita”. Dimana yang pertama para peserta diajak menonton film yang didalamnya menampilkan adegan-adegan yang diperankan oleh model sesuai dengan materi yang sedang disampaikan, dengan harapan mereka akan lebih tertarik dan lebih paham apabila disampaikan secara visual. Kedua, Pendamping memberi kesempatan para peserta PKH untuk “Berbagi Cerita” sesama teman dalam kelompok kecil maupun besar, dengan tujuan ketika ada yang malu dalam berpendapat di kelompok besar dia akan berani mengungkapkan pendapatnya ketika berada dalam kelompok yang lebih kecil.
Selain penggunaan metode-metode tersebut, Pendamping juga dituntut untuk peka terhadap situasi apakah pembelajaran masih kondusif atau perlu ada penyegaran. Apabila sudah terlihat tidak konsentrasi, maka Pendamping dibantu oleh ketua kelompok secepatnya mengadakan permainan ataupun kegiatan ice breaking seperti menyanyi, menari agar para peserta fresh lagi.

0 komentar :

Posting Komentar