BREBES-Dinas
Pendidikan Kabupaten Brebes mengadakan sosialisasi pengembangan model
sekolah ramah anak (SRA) di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes.
Hadir Kepala Sekolah SD, SMP, SMA, SMK dan pejabat dilingkungan Dinas
Pendidikan Kabupaten Brebes dan sebagai Narasumber Ibu Elvi Hendrani
Selaku Asisten Deputi Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Kementrian
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PHPA KPPPA) Republik
Indonesia. Sabtu, (17/10).
Sambutan sekaligus membuka acara Kepala Dinas Pendidikan Dr. Tahroni, M.Pd mengatakan bahwa sosialisasi ini dalam rangka mendukung mewujudkan Brebes Kabupaten Layak Anak kategori Nindya. " setelah sosialisasi ini nanti dalam bulan ini pula akan di undang wakasek kesiswaan dihadirkan, dengan tujuan supaya paham pentingnya komitmen Dinas dala
m mewujudkan semua sekolah di Brebes Ramah
Anak, Dinas Komitmen semua Sekolah bisa SRA, " ujarnya.
Ia juga menambahkan, jangan sampai di sekolah seorang guru atau pendidik menyampaikan kata-kata yang kotor, maupun perlakuan kasar kepada anak didiknya menjadi kebiasaan. " rencana November akan di launching SRA yang dihadiri oleh Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," imbuhnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Fasilitator KLA Provinsi Jawa Tengah Bahrul Ulum mengatakan kegiatan ini bagian tindaklanjut atas komitmen Bupati Brebes dalam mewujudkan Brebes ke depan bisa naik satu tingkat predikat kabupaten ke nindya. " karena SRA itu bagian dari penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak, maka sangat penting jika semua sekolah ataupun madrasah menjadi SRA yang sesuai dengan juklak dan juknis dari kementrian, " tandasnya.
Sedangkan Asdep PHPA KPPPA Evi Hendrani mengapresiasi upaya Dinas Pendidikan Kabupaten yang ingin menjadikan semua sekolah menjadi sekolah ramah anak (SRA). " pastikan sekolahnya punya kantin sehat, aman dalam belajar, sekolahnya bersih dan sehat, bebas asap rokok di sekolah, mengajar dengan kasih sayang, jangan sampai seorang guru melakukan tindakan kekerasan kepada siswa didik dan menyampaikan kata-kata kotor, jika itu terjadi maka bukan lagi aman di sekolah tapi tidak mencerminkan sekolah ramah anak," tegasnya.( Bahrul Ulum)
Sambutan sekaligus membuka acara Kepala Dinas Pendidikan Dr. Tahroni, M.Pd mengatakan bahwa sosialisasi ini dalam rangka mendukung mewujudkan Brebes Kabupaten Layak Anak kategori Nindya. " setelah sosialisasi ini nanti dalam bulan ini pula akan di undang wakasek kesiswaan dihadirkan, dengan tujuan supaya paham pentingnya komitmen Dinas dala
![]() |
| Sosialisasi SRA di Aula Dinas Pendidikan Brebes |
Ia juga menambahkan, jangan sampai di sekolah seorang guru atau pendidik menyampaikan kata-kata yang kotor, maupun perlakuan kasar kepada anak didiknya menjadi kebiasaan. " rencana November akan di launching SRA yang dihadiri oleh Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," imbuhnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Fasilitator KLA Provinsi Jawa Tengah Bahrul Ulum mengatakan kegiatan ini bagian tindaklanjut atas komitmen Bupati Brebes dalam mewujudkan Brebes ke depan bisa naik satu tingkat predikat kabupaten ke nindya. " karena SRA itu bagian dari penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak, maka sangat penting jika semua sekolah ataupun madrasah menjadi SRA yang sesuai dengan juklak dan juknis dari kementrian, " tandasnya.
Sedangkan Asdep PHPA KPPPA Evi Hendrani mengapresiasi upaya Dinas Pendidikan Kabupaten yang ingin menjadikan semua sekolah menjadi sekolah ramah anak (SRA). " pastikan sekolahnya punya kantin sehat, aman dalam belajar, sekolahnya bersih dan sehat, bebas asap rokok di sekolah, mengajar dengan kasih sayang, jangan sampai seorang guru melakukan tindakan kekerasan kepada siswa didik dan menyampaikan kata-kata kotor, jika itu terjadi maka bukan lagi aman di sekolah tapi tidak mencerminkan sekolah ramah anak," tegasnya.( Bahrul Ulum)

0 komentar :
Posting Komentar