Home » , , , » Kadisdik Brebes Pastikan Semua Sekolah SRA di Brebes

Kadisdik Brebes Pastikan Semua Sekolah SRA di Brebes

Written By Unknown on Jumat, 16 Oktober 2015 | 21.40

BREBES-Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes mengadakan sosialisasi pengembangan model sekolah ramah anak (SRA) di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes. Hadir Kepala Sekolah SD, SMP, SMA, SMK dan pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes dan sebagai Narasumber Ibu Elvi Hendrani  Selaku  Asisten Deputi Pemenuhan  Hak Pendidikan Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PHPA KPPPA) Republik Indonesia. Sabtu, (17/10).

Sambutan sekaligus membuka acara Kepala Dinas Pendidikan Dr. Tahroni, M.Pd mengatakan bahwa sosialisasi ini dalam rangka mendukung mewujudkan Brebes Kabupaten Layak Anak kategori Nindya. " setelah sosialisasi ini nanti dalam bulan ini pula akan di undang wakasek kesiswaan dihadirkan, dengan tujuan supaya paham pentingnya komitmen Dinas dala
Sosialisasi SRA di Aula Dinas Pendidikan Brebes
m mewujudkan semua sekolah di Brebes Ramah Anak, Dinas Komitmen semua Sekolah bisa SRA, " ujarnya.

Ia juga menambahkan, jangan sampai di sekolah seorang guru atau pendidik menyampaikan kata-kata yang kotor, maupun perlakuan kasar kepada anak didiknya menjadi kebiasaan. " rencana November akan di launching SRA yang dihadiri oleh Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Fasilitator KLA Provinsi Jawa Tengah Bahrul Ulum mengatakan kegiatan ini bagian tindaklanjut atas komitmen Bupati Brebes dalam mewujudkan Brebes ke depan bisa naik satu tingkat predikat kabupaten ke nindya. " karena SRA itu bagian dari penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak, maka sangat penting jika semua sekolah ataupun madrasah menjadi SRA yang sesuai dengan juklak dan juknis dari kementrian, " tandasnya.

Sedangkan Asdep PHPA KPPPA Evi Hendrani mengapresiasi upaya Dinas Pendidikan Kabupaten yang ingin menjadikan semua sekolah menjadi sekolah ramah anak (SRA). " pastikan sekolahnya punya kantin sehat, aman dalam belajar, sekolahnya bersih dan sehat, bebas asap rokok di sekolah, mengajar dengan kasih sayang, jangan sampai seorang guru melakukan tindakan kekerasan kepada siswa didik dan menyampaikan kata-kata kotor, jika itu terjadi maka bukan lagi aman di sekolah tapi tidak mencerminkan sekolah ramah anak," tegasnya.( Bahrul Ulum)

0 komentar :

Posting Komentar