Celotehwanasari.com, Kupu – ASI eksklusif
adalah pemberian ASI (Air Susu Ibu sedini mungkin setelah persalinan,
diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan lain, walaupun hanya air putih, sampai bayi
berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan
tetap diberi ASI sampai bayi berumur dua tahun, demikian intisari yang
disampaikan Pendamping PKH Adi Assegaf pada saat pertemuan P2K2 di Kediaman Ibu
Turiyah Desa Kupu, Kecamatan Wanasari. Senin (12/10) Kemarin.
Sebanyak 25 ibu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) hadir
dalam pertemuan tersebut. Hadir pula Kepala Puskesmas dr.Rofiqoh,MM,
Bidan Desa Tri dan Tim Monitoring Kemenkes RI Suroto, SKM. Mkes
dan Dinas Kesehatan Ibu Nurul Aeny, SKM.
Adi juga menjelaskan kembali kepada peserta
bahwa Pemberian ASI eksklusif merupakan faktor penunjang
kecerdasan si bayi. “ Pada masa 6 bulan bayi memang belum diberi makanan selain susu tidak usah takut jika tidak diberikan makanan
apapun sebelum 6 bulan, karena sudah banyak contoh ibu di Brebes yang sudah
berhasil memberikan ASI nya kepada Bayinya hingga 6 bulan,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Bidan Desa Tri
bahwa menyusui adalah sebuah moment yang berharga bagi ibu juga
bayi, banyak
manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan menyusui ini. “
Dengan menyusui kepada bayinya keuntungan
yang didapat selain semakin memper erat tali kasih antara
ibu dan bayi, bayi dapat memperoleh
nutrisi yang terbaik dari ASI tersebut, “ tegasnya.
Ia berpesan lagi untuk itu
ibu harus mengkonsumsi makanan yang dapat mendukung nutrisi untuk bayi. Salah
satunya adalah aneka sayuran, makanan laut yang dipercaya mengandung DHA
tinggi, buah-buahan dan protein
sehingga nantinya kualitas ASI yang didapat lebih sempurna.
Salah satu Peserta lain Kariti (28) menyampaikan
bahwa acara seperti ini sangat menarik dan menyenangkan karena banyak menyerap
ilmu, dan ke depanya agar acara seperti ini terus dilanjutkan. “ Apik mas penyuluhannya, dan senang
sekali bisa belajar banyak ilmu yang didapat, ada pengenalan ASI,” katanya. (Masroni editor BU )

0 komentar :
Posting Komentar