Home » , , , » M. Riza Fahlevi : Santri pun bisa menjadi Jurnalis Profesional

M. Riza Fahlevi : Santri pun bisa menjadi Jurnalis Profesional

Written By Unknown on Minggu, 03 Mei 2015 | 07.27

Pelatihan Jurnalistik Warga, di Sekretariat CBM
BREBES- Santri Pondok Pesantren (Ponpes) juga bisa menjadi Jurnalis handal. Mereka bisa mempublikasikan berita-berita seputar Ponpes melalui tulisannya.
"Ikutilah pelatihan Jurnalistik. Belajarlah dengan baik dan tekun untuk menulis berita," ujar  M. Riza Fahlevi, satu narasumber pelatihan jurnalistik Group Facebook Celoteh Brebes Membangun (CBM) di Sekretariat CBM, Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari, Minggu (3/5).

Riza Fahlevi menjelaskan, jurnalistik adalah ilmu, teknik dan proses yang berkenaan dengan penulisan berita, dan artikel opini di media massa, baik cetak maupun elektronik termasuk di media online. Masalah jurnalistik pun terkait dengan penulisan dan media.  Setiap jurnalis  wajib memahami dan menguasai dasar-dasar jurnalistik (basics of journalisme) agar menjalankan aktivitas jurnalistik dengan baik dan benar.  Jurnalis yang profesional tidak sekadar "bisa nulis berita", tapi juga memahami dan menaati aturan yang berlaku di dunia jurnalistik, terutama kode etik jurnalistik.

Ia juga menambahkan, pemahaman kepada peserta bagaimana cara menulis laporan peristiwa yang bernilai jurnalistik atau memiliki nilai berita baik secara aktual, faktual, penting, dan menarik, seperti  contoh menulis berita langsung (Straight News), berita opini (opinion news), berita investigasi (investigative news), atau berita ringan (Soft News).  

" jika ada keluhan tentang kinerja wartawan, misalnya tulisannya "asal" atau beritanya "ngawur" dari segi penulisan ataupun dari segi substansi, kemungkinan besar jurnalis tersebut belum/tidak memahami dan menguasai dasar-dasar jurnalistik, " imbuhnya. 

Salah satu santri pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi, Vino (19th) menuturkan, ikut senang bisa mendapatkan banyak ilmu tentang jurnalistik, bisa mengetahui 5W+1H dalam membuat berita yang sesuai dengan kaidah jurnalistik, dan dia akan siap menulis berita sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Sedikitnya 25 orang mengikuti pelatihan jurnalistik, mereka dari berbagai unsur perwakilan, yakni Santri, Forum Anak, karangtaruna, dan tokoh masyarakat. 

( Adi Assegaf Editor Bahrul Ulum)

0 komentar :

Posting Komentar